Sabtu, 24 November 2012

tolak balak dengan lindungan allah




"Bismillahi arqika min kulli syai'in yu'dzika min haa sidin wa ainin Allahu yasy fika".


 

Subhanallah wabihamdihi Subhanakallahumma Wabihamdika Asyhadu Allailaaha Illa Anta Astaghfiruka Wa atuubu Ilaik

  ‘laa hawla wa laa quwwata illa billah

  "Allahumma la sahla illa maja’altahu sahlan wa anta taj’alul huzna idza syi’ta sahlan.”

"Allahumma ‘afini fi badani. Allahumma ‘afini fi sam’i. Allahumma ‘afini fi bashari. Allahumma inni a’udzu bika minal kufri wal faqri. Allahumma inni a’udzu bika min ‘adzabil qabri. La ilaha illa anta. “

 “Allaahumma innii a’udzubika min ‘ilmin laa yanfa’u wa qolbin laa yakhsya’u du’aain laa yusma’u wanafsin laa tasyba’u”

  "Allahummar zuqni nafs’an muthmainnatan tu’minu biliqa-ika wa tardha biqadha-ika .”

... Keutamaan Laa Hawla wa Laa Quwwata Illa billah ...


Foto: ... Keutamaan Laa Hawla wa Laa Quwwata Illa billah ...

Kalimat ini adalah kalimat yang ringkas, namun syarat makna dan memiliki keutamaan yang luar biasa. Kata Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pada ‘Abdullah bin Qois,

“Wahai ‘Abdullah bin Qois, katakanlah ‘laa hawla wa laa quwwata illa billah’, karena ia merupakan simpanan pahala berharga disurga ” (HR. Bukhari no. 7386)

Kalimat “laa hawla wa laa quwwata illa billah ” adalah kalimat yang berisi penyerahan diri dalam segala urusan kepada Allah Ta’ala . Hamba tidaklah bisa berbuat apa-apa dan tidak bisa menolak sesuatu, juga tidak bisa memiliki sesuatu selain kehendak Allah.

Ringan diucap didunia, berat di timbangan akhirat...
Insya Allah bermanfaat

Kalimat ini adalah kalimat yang ringkas, namun syarat makna dan memiliki keutamaan yang luar biasa. Kata Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pada ‘Abdullah bin Qois,

“Wahai ‘Abdullah b
in Qois, katakanlah ‘laa hawla wa laa quwwata illa billah’, karena ia merupakan simpanan pahala berharga disurga ” (HR. Bukhari no. 7386)

Kalimat “laa hawla wa laa quwwata illa billah ” adalah kalimat yang berisi penyerahan diri dalam segala urusan kepada Allah Ta’ala . Hamba tidaklah bisa berbuat apa-apa dan tidak bisa menolak sesuatu, juga tidak bisa memiliki sesuatu selain kehendak Allah.

Ringan diucap didunia, berat di timbangan akhirat...

Rabu, 21 November 2012

Wanita di Ciptakan Untuk Di Lindungi


Foto: Mendamba Jodoh yg sholeh atau sholehah?
sebaiknya pertanyakan dl, apakah anda sudah masuk kriteria utk brjodoh dg yg sholeh dan sholihah?:)
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Allah Azza Wa Jalla tidak menciptakan wanita dari kepala laki-laki untuk dijadikan atasannya. Tidak juga Allah Azza Wa Jalla ciptakan wa
nita dari kaki laki-laki untuk dijadikan bawahannya. Tetapi Allah menciptakan wanita dari tulang rusuk laki-laki, dekat dengan lenganya untuk dilindunginya, dan dekat dengan hatinya untuk dicintainya.

Allah tidak menciptakan wanita sebagai komplementer atau sebagai barang substitusi apalagi sekedar objek buat laki-laki. Tetapi Allah menciptakan wanita sebagai teman yang mendampingi hidup Adam tatkala kesepian di surga.
Juga Allah ciptakan wanita sebagai pasangan hidup laki-laki yang akan menyempurnakan hidupnya sekaligus sebab lahirnya generasi, disamping tunduk dan beribadah kepada Allah tentunya.

Tetapi mengapa tetap saja ada laki-laki yang tunduk di bawah kaki wanita. Mengemis cintanya, berharap kasih sayangnya dengan menggadaikan kepemimpinan, bahkan kehormatan dan harga dirinya.

Wanita dipuja bagai dewa, disanjung bagai Dewi Shinta,
yang banyak menyebabkan laki-laki buta mata, buta telingga,
bahkan buta mata hatinya. Namun ada juga yang menganggap rendah wanita. Wanita dinista, dihina. Kesuciannya dijadikan objek yang tidak bernilai harganya. Tenaganya dieksploitasi bagaikan kuda. Kelembutannya dijadikan transaksi murahan yang tak seimbang valuenya.

Wanita dijadikan sekedar pemuas nafsu belaka, bila habis madunya, dengan seenaknya di buang ke keranjang sampah, atau dianggap sandal jepit yang tak berguna.

[Jika wanita itu adalah ibu kita, kakak atau adik perempuan kita, dan anak kita, relakah kita melihat mereka menjajakan diri di gelapnya malam yang mencekam. Relakah kita melihat mereka membanting tulang mengumpulkan ringgit atau real dengan mayat terbujur kaku sebagai resikonya ?

Ukhti Jika wanita itu adalah ibu kita, kakak atau adik perempuan kita, dan anak kita, relakah kita membiarkannya seperti se'onggok jasad hidup yang tidak memiliki nilai guna ?


Jika wanita itu adalah ibu kita, kakak atau adik perempuan kita, dan anak kita, relakah kita membiarkannya beringas, liar, ganas, tidak berpendidikan, bodoh, dunggu, hanya karena ketidakmampuan ayah memberi nafkah, karena ketidakmampuan kita medidik dan mencintainya, karena ketidakmampuan kita melindunginya, sebagaimana Allah menciptakan wanita dari tulang rusuk laki-laki, dekat dengan lengannya untuk dilindunginya, dekat dengan hatinya untuk dicintainnya.

Ia tetap wanita, yang diciptakan Allah Azza Wa Jalla dengan segala kelebihan dan kekuranganya. Tidak bisa manusia dengan akalnya yang kerdil ini mengganti kedudukannya apa lagi fitrahnya.

Ia bagaikan sekuntum bunga terpelihara, tidak semua kumbang bisa menghisap madunya.
Lemah lembutlah dalam memperlakukannya, karena kalau tidak, ia bisa seganas srigala...Renungkan-lah !!!


(¯`v´¯)♥.:l:.♥.:l:.♥.(¯`v´¯)
`·.¸.·`(´'`v´'`)¸.•*`·.¸.·`




Silahkan di Tag/Share...bantu tag sesama sahabat.insya Allah bermanfaat.

ღღ•*Salam Santun Ukhuwah Mahabbah Fillah Karena-Nya*•ღ

Selasa, 20 November 2012

cinta

Rasakan dengan Hatimu yang Paling mendalam saat melihatnya...............apa yang kau rasakan saudaraku

____ Cinta ____

Tuhan.....
Saat aku menyukai seorang teman
Ingatkanlah aku bahwa akan ada sebuah akhir
Sehingga aku tetap bersama Yang Tak Pernah Berakhir

Tuhan.....
Ketika aku merindukan seorang kekasih
Rindukanlah aku kepada yang rindu Cinta Sejati-Mu
Agar kerinduanku terhadap-Mu semakin menjadi

Tuhan.....
Jika aku hendak mencintai seseorang
Temukanlah aku dengan orang yang mencintai-Mu
Agar bertambah kuat cintaku pada-Mu

Tuhan.....
Ketika aku sedang jatuh cinta
Jagalah cinta itu
Agar tidak melebihi cintaku pada-Mu

Tuhan.....
Ketika aku berucap aku cinta padamu
Biarlah kukatakan kepada yang hatinya tertaut pada-Mu
Agar aku tak jatuh dalam cinta yang bukan karena-Mu

Mencintai seseorang bukanlah apa-apa
Dicintai seseorang adalah sesuatu
Dicintai oleh orang yang kau cintai sangatlah berarti
Tapi dicintai oleh Sang Pencinta adalah segalanya
-------------------------------------------------------------------------------

Dlm hadits d sbt air juga termsk yg dicintai,
memang sdh fitrah, Cinta, Air adlh sumber kehidupan.....


Salam....... :)

silsilah yayasan ayahanda guru

janganlah sombong




Janganlah Sombong
Satu sifat yang paling dibenci oleh Allah SWT adalah sombong. Sombong adalah menganggap dirinya besar dan memandang orang lain hina/rendah.

Allah melarang kita untuk sombong:
”Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung.” [Al Israa’:37]

Allah benci dengan orang-orang yang sombong:


”Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.” [Luqman:18]


Nabi berkata bahwa orang yang sombong meski hanya sedikit saja niscaya tidak akan masuk surga:

Dari Ibn Mas’ud, dari Rasulullah Saw, beliau bersabda: “Tidak akan masuk sorga, seseorang yang di dalam hatinya ada sebijih atom dari sifat sombong”. Seorang sahabat bertanya kepada Nabi Saw: “Sesungguhnya seseorang menyukai kalau pakainnya itu indah atau sandalnya juga baik”. Rasulullah Saw bersabda: “Sesungguhnya Allah Swt adalah Maha Indah dan menyukai keindahan. Sifat sombong adalah mengabaikan kebenaran dan memandang rendah manusia yang lain” [HR Muslim]


Nabi juga berkata bahwa orang yang sombong niscaya akan disiksa oleh Allah di akhirat nanti:

Dari al-Aghar dari Abu Hurarirah dan Abu Sa’id, Rasulullah Saw bersabda: “Allah Swt berfirman; Kemuliaan adalah pakaian-Ku, sedangkan sombong adalah selendang-Ku. Barang siapa yang melepaskan keduanya dari-Ku, maka Aku akan menyiksanya”. [HR Muslim]


(Dikatakan kepada mereka): “Masuklah kamu ke pintu-pintu neraka Jahannam, sedang kamu kekal di dalamnya. Maka itulah seburuk-buruk tempat bagi orang-orang yang sombong .” [Al Mu’min:76]
 IBLIS SOMBONG KARENA MERASA SUDAH AHLI IBADAH DAN SUKA MEMBANTAH

Disebutkan di dalam sebuah kitab hasil penulisan Imam al-Ghazali bahawa ada Iblis sebelum dilaknat oleh Allah. Cerita tentang kesombongan, takbur, berbangga diri adalah sebuah kisah yang lebih awal jika sebelum kejadian manusia. Ia wujud dan bermula ketika manusia masih belum dicipta. Kerana hanya para malaikat makhluk yang diciptakan sebelum manusia, kesombongan sejatinya berhulu dari malaikat. 


Dikisahkan tentang Azazil, malaikat yang dikenali oleh sekalian penghuni syurga kerana doanya mudah dimakbulkan oleh Allah. Dan kerana selalu dimakbulkan oleh Allah, bahkan para malaikat pernah memintanya untuk mendoakan agar mereka tidak ditimpa laknat Allah. 


Tersebutlah suatu kisah ketika berkeliling di syurga, malaikat Israfil mendapati ada tulisan "Seorang hamba Allah yang telah lama mengabdikan diri kepadanya akan mendapat laknat dengan sebab menolak perintah Allah." Tulisan yang tertera di salah satu pintu syurga itu dengan tak semena membuat Israfil menangis. Ia takut itu adalah dirinya. Beberapa malaikat lain juga menangis dan ketakutan sebagaimana Israfil, setelah mendengar khabar mengenai tulisan di pintu syurga itu dari Israfil. Mereka bersepakat mendatangi Azazil dan meminta Azazil berdoa agar mereka semua tidak ditimpa laknat dari Allah. Setelah mendengar penjelasan dari Israfil dan para malaikat yang lain, lantas Azazil memanjatkan doa kepada Allah. 


"Ya Allah. Janganlah Engkau murka atas mereka."

Di luar doanya yang mustajab, Azazil juga dikenali sebagai Sayyidul Malaikat atau penghulu segala malaikat dan Khazinul Jannah (bendahara syurga). Seluruh lapis langit dan para penghuninya menggelar Azazil dengan panggilan yang penuh kemuliaan dan berbeza-beza.
Di langit pertama, Azazil digelar Aabid iaini ahli ibadah yang mengabdikan diri luar biasa kepada Allah.
Di langit kedua, Azazil diberi gelaran Raki iaini ahli ruku kepada Allah
Di langit ketiga, digelarnya Azazil sebagai Saajid atau ahli sujud
Di langit keempat, Azazil mendapat jolokan Khaasyi kerana selalu merendah diri kepada Allah

Di langit kelima, disebut Azazil sebagai Qaanit kerana ketaatannya kepada Allah

Di langit keenam, digelar Azazil sebagai Mujtahid kerana ia bersungguh-sungguh ketika beribadah kepada Allah

Di langit ketujuh, Azazil turut dipanggil Zaahid kerana sederhana dalam menggunakan sarana hidup. 


Selama 120 ribu tahun, Azazil, si penghulu para malaikat menyandang semua gelaran kehormatan dan kemuliaan hingga tibalah suatu masa ketika para malaikat melakukan mesyuarat besar atas undangan Allah. Ketika itu, Allah, zat pemilik kemutlakan dan semua niat, mengutarakan maksud untuk menciptakan khalifah di bumi. 


Firman Allah dalam surah Al-Baqarah, ayat 30 :

"Sesungguhnya Aku hendak menciptakan seorang khalifah (pemimpin) di muka bumi." Semua malaikat hampir tersentak menjawab mendengar kehendak Allah.

"Ya Allah, mengapa Engkau hendak menjadikan khalifah di muka bumi yang hanya akan membuat kerusakan dan menumpahkan darah di bumi padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan menyucikan Engkau." (Surah Al-Baqarah : 30) 


Allah menjawab kekhawatiran para malaikat dan meyakinkan bahwa, "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui." (Surah Al-Baqarah : 30)
Allah lalu menciptakan manusia pertama yang diberi nama Adam. Kepada para malaikat, Allah memperagakan kelebihan dan keistimewaan Adam yang menyebabkan para malaikat mengakui kelebihan Adam atas mereka. Lalu Allah menyuruh semua malaikat agar bersujud kepada Adam, sebagai wujud kepatuhan dan pengakuan atas kebesaran Allah
. Seluruh malaikat pun bersujud, kecuali Azazil. 


"Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat "Sujudlah kamu kepada Adam, maka sujudlah mereka kecuali Iblis. Ia enggan dan takbur, dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir" (Surah Al-Baqarah : 34) 


Bersemi Sejak di awal Syurga, sebagai penghulu para malaikat dengan semua gelar dan sebutan kemuliaan, Azazil merasa tak perlu bersujud kepada makhluk lain termasuk Adam kerana merasa penciptaan dan statusnya yang lebih baik. Allah melihat tingkah-laku dan sikap Azazil, lalu bertanya serta memberi gelaran baru baginya yaitu Iblis. 


"Hai Iblis, apakah yang menghalangimu untuk bersujud kepada yang telah Ku ciptakan dengan kedua tangan-Ku. Apakah kamu menyombongkan diri (takbur)atau kamu merasa tergolong di kalangan orang-orang yang lebih tinggi?"

Mendengar pernyataan Allah, bukan permintaan ampun yang keluar dari Azazil sebaliknya ia malah menantang dan berkata:
"Wahai Allah. Bagaimana aku bisa sujud kepada Adam sedangkan Engkau sendiri telah membisikkan sesuatu kepadaku bahawa ini adalah bagian kehendakMu. Bagaimana bisa aku sujud kepada yang selain Engkau? Selama ini aku dan Engkau adalah satu dan pengetahuanMu adalah pengetahuanku dalam kekuasaanMu. Bagaimana aku bisa sujud kepada makhluk yang akan menumpahkan darah dan permusuhan? Bagaimana aku bisa sujud kepada makhluk yang hanya sedikit saja diantara mereka yang akan mengagungkan Engkau? Bagaimana aku bisa sujud kepada Adam dan anak cucunya yang kelak sebahagian besar dari mereka akan memusuhi agama Engkau sedangkan pengetahuan ini adalah Engkau sendiri yang membukakannya untukku.

 Ya Allah, sesungguhnya Engkau telah ciptakan aku dari api yang menyala dan Engkau ciptakan dia dari tanah. Aku tidak akan sujud kepada dia." 



"Sujudlah kamu kepada Adam"


"Demi KebesaranMu, aku tidak akan sujud kepada yang lain selain Engkau"


"Sujudlah kamu kepada Adam"


"Sungguh hanya kepadaMu saja aku bersujud"


Mendengar jawapan Azazil yang sombong, Allah berfirman :


"Keluarlah kamu dari syurga. Sesungguhnya kamu adalah orang-orang yang diusir".


Sejak itu Azazil atau Iblis tidak lagi berhak menghuni syurga. Kesombongan dirinya yang merasakan ia lebih baik, lebih mulia dan sebagainya berbanding makhluk lain telah menyebabkannya menjadi penentang Allah yang paling nyata. Padahal Allah sungguh tak menyukai orang-orang yang sombong.


"Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia kerana sombong dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri. Dan sederhanakanlah kamu dalam berjalan dan rendahkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keldai."
 
KESIMPULAN:


Bibit kesombongan Azazil sebenarnya sudah bersemai sejak Israfil dan para malaikat mendatanginya agar mendoakan mereka kepada Allah. Waktu itu ketika mendengar penjelasan Israfil, berkata Azazil :


"Ya Allah! Hamba-Mu yang manakah yang berani menentang perintah-Mu, sungguh aku ikut mengutuknya."

Azazil lupa, dirinya adalah juga hamba Allah dan tidak menyedari bahawa perkataan "hamba" yang tertera pada tulisan di pintu syurga itu merujuk kepada sesiapa saja, termasuk dirinya.


Selepas mendengar ketetapan Allah, Iblis bertambah nekad seraya memohon kepada Allah agar diberi keistimewaan. Berkata sang Iblis :


"Ya Allah, beri tangguhlah kepada aku sampai mereka ditangguhkan."


Allah bermurah hati dan Iblis mendapat apa yang diminta iaitu hayat yang panjang selama manusia masih hidup di muka bumi sebagai khalifah. Dasar Iblis, Allah yang maha pemurah tetapi masih juga bongkak. Lantas bersumpah sang Iblis akan menyesatkan Adam dan anak cucunya, kecuali hamba-hamba yang mukhlis di antara mereka.


Maka kata Allah :


"Yang benar adalah sumpah-Ku dan hanya kebenaran itulah yang Ku katakan. Sesungguhnya Aku pasti akan memenuhi neraka jahanam dengan jenis dari golongan kamu dan orang-orang yang mengikutimu di antara mereka semuanya."


Maka korban pertama dari usaha penyesatan yang dilakukan Iblis tentu saja Adam dan Hawa. Dengan tipu daya dan hasutan, Adam dan Hawa lupa kepada perintah dan larangan Allah. Keduanya tersedar setelah Allah murka, tetapi sudah terlambat. Adam dan Hawa diusir dari syurga dan ditempatkan di bumi. Kejayaan Iblis menjadikan Adam dan Hawa sebagai korban pertama penyesatannya tak boleh dilihat sebagai sebuah kebetulan. Adam dan Hawa bagaimanapun adalah bapa dan ibu seluruh manusia, lebih awal dari semua sperma dan telur. Mereka berdua menjadi alat ukur keberhasilan atau tidak usaha Iblis menyesatkan manusia. Jika asal usul seluruh manusia sudah berhasil disesatkan apatah lagi anak cucunya.


Kesimpulannya, kesesatan yang di dalamnya juga ada sombong, takbur, selalu merasa dirinya paling hebat, lupa bahawa masih ada Allah menjadi punca kesesatan manusia sampai kelak di ujung zaman.


Di dalam hadis, banyak kisah tentang kaum atau umat terdahulu yang takbur menentang dan memperlekehkan hukum-hukum Allah sehingga ditimpakan kepada mereka azab yang mengerikan. Kaum Aad, Tsamud, kaum Nuh, kaum Luth dan Bani Israel adalah sedikit contoh dari bangsa-bangsa yang takbur dan sombong lalu mereka dihujankan bencana dan malapetaka oleh Allah. Kerana sifat takbur pula orang-orang seperti Fir'aun si Raja Mesir kuno, Qarun, Hamaan dan Abu Jahal juga menerima azab yang sangat pedih di dunia dan pasti di akhirat kelak.


Pada zaman sekarang manusia sombong yang selalu menentang Allah bukan berkurang, sebaliknya makin bertambah. Ada yang sibuk mengumpulkan harta dan kemudian menonjolkan diri dengan kekayaannya. Yang rajin mencari ilmu, tetapi kemudian takbur dan merasa dia paling pintar. Sebagian berbangga dengan asal usul keturunan kononnya turunan ningrat, anak kiai, dan sebagainya. Ada juga yang merasa diri paling cantik, paling putih, paling mulus dibanding manusia lain. Mereka yang beribadah, solat siang malam, puasa, zakat dan menunaikan haji merasa paling soleh dan sebagainya. Ada yang meninggalkan perintah-perintah Allah hanya kerana mempertahankan budaya warisan nenek moyang dan seolah-olah segala di luar budaya itu tak bernilai. Tak sedikit juga yang mengetepikan larangan-larangan Allah hanya kerana mengejar era maju zaman moden yang selalu dibanggakan. Sebagai manusia, orang-orang seperti itu tidak berguna sama sekali. Mata jasmani mereka memang melihat, tapi mata hatinya sudah buta menilai kebenaran dan kebesaran Allah. Allah telah dijadikan nombor dua sementara yang nombor satu adalah diri dan makhluk lain di sekitar dirinya. Hati mereka menjadi gelap tanpa nur iman sebagai pelita. Akal mereka tidak dapat membezakan antara yang hak (benar) dengan yang batil (salah).


"Kemudian dia berpaling (dari kebenaran) dan menyombongkan diri (takbur)"

(Surah Al-Muddaththir : 23).


Iblis sebagai pelopor sifat takbur selalu mendorong sesiapa sahaja untuk bersifat takbur dan mewariskannya. Tujuannya jelas untuk menunaikan sumpahnya.


"Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka jahanam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai" (Surah Al-Araaf : 179).


Penawar Takabur


Seperti penyakit hati yang lain, mengobati sifat dan sikap sombong bukan perkara mudah. Tak ada doktor, tabib atau saintis yang boleh mengubatinya. Dari itu, ada beberapa yang disebut sebagai ubat mengatasi sombong atau takbur.


Pertama adalah tawaduk atau merendahkan hati. Hanya dengan sikap rendah hati, meyakini tak ada yang lebih dan tak ada yang patut dibanggakan dari diri dan apapun yang diperbuat diri, semua kesombongan boleh disingkirkan. Sikap tawaduk mampu mengimbangi jiwa dari sifat takbur kerana hanya dengan rendah hati manusia bisa melaksanakan perintah Allah. Seorang yang selalu rendah hati, maka padanya tidak akan ada rasa bongkak dan besar diri apalagi merasa lebih dari yang lain. Ia senantiasa meyakini sesuatu yang istimewa pada dirinya atau orang lain, semata kerana anugerah Allah.


Kedua adalah tawakal melawan sombong. Dengan tawakal atau berserah diri sepenuhnya kepada Allah maka akal akan menyedari dan hati akan meyakini, semua yang terjadi pada manusia dan seluruh makhluk adalah atas kehendak Allah dan kerana itu tak layak bagi manusia untuk menyombongkan diri selain hanya berpasrah pada Allah. Sifat takbur setiasa mendorong manusia untuk ingkar kepada Allah, sebaliknya tawakal sentiasa menyuruh manusia berbuat menurut ketentuan Allah.


"Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Kerana itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermesyuaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal kepada-Nya."

(Surah Ali 'Imran : 159).


Ibarat manusia, maka akan didapati tawaduk adalah roh dan tawakal sebagai jasad. Kerana bersangkut tentang kesempurnaan dimensi batiniah dan dimensi jasmaniah, maka sangat jelas keberadaan dua sifat ini (tawaduk dan tawakal) sangat menentukan keberadaan nafsu (jiwa) yang bertempat antara roh dan jasad (lahiriah dan batiniah), termasuk sifat sombong. Kerana itu jika roh dan jasad tadi tak bersatu, sulit bagi manusia bisa mencapai darjat sebagai manusia utuh atau insan kamil.


ingat sholat ingat allah ingat akhirat ingat mati





ingat sholat ingat allah ingat akhirat ingat mati
Awalnya adalah niat_______

Maka aku bertanya kepadamu wahai kpd mu siapapun calon istriku, apakah yang menggerakkan hatimu untuk mempercayakan kesetiaanmu padaku? Aku bertanya kepadamu karena niat akan menentukan apa yang akan engkau dapat
kan kelak setelah kita menikah, dan kelak setelah kita tiada. Ketika kita sama-sama menjadi jenazah.

Niatmu akan mempengaruhi bagaimana engkau merasakan arti saat-saat berdekatan, keindahan saat bersama, keadaan hati saat menghadapi masalah, sampai bagaimana engkau merasakan arti darah setetes ketika melahirkan, juga ketika harus bangun saat anakmu terbangun dari tidurnya.

Semua berawal dari niat. Niat ketika menerima pinangan, niat ketika memasuki jenjang pernikahan, niat ketika menghabiskan saat-saat berdua, niat ketika berhias, niat ketika memuji suami, dan niat ketika akan melakukan berbagai hal. Niat-niat itu bisa menambah barakah dan memperbaiki kesalahan niat sebelumnya, bisa mengurangi barakah dari apa yang sebelumnya telah engkau terima atau engkau berikan kepada suami.
-----------------------------------------------------------------
Aku mendengar, kata Umar bin Khaththab r.a., Rasulullah Saw. bersabda, "Sesungguhnya amal perbuatan itu (dinilai) hanya berdasarkan niatnya (innamala'malu binniyyati) --di dalam riwayat lain: berdasarkan niat-niatnya-- dan sesungguhnya setiap orang hanya memperoleh apa yang ia niatkan; barangsiapa yang hijrahnya (diniatkan) kepada Allah dan Rasul-Nya maka (nilai) hijrahnya adalah kepada Allah dan Rasul-Nya, dan barangsiapa hijrahnya (diniatkan) kepada dunia yang ingin diraihnya atau perempuan yang ingin dinikahinya maka (nilai) hijrahnya adalah kepada apa yang menjadi tujuan hijrahnya itu." (HR Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Turmudzi dan An-Nasa'i, shahih).

Innamal a'malu binniyati, kata Rasulullah Saw. dalam hadis tersebut. Mungkin kita semua sudah pernah mendengar hadis ini. Barangkali malah sudah sangat sering mendengar. Kadang malah menjadi alasan bagi sebagian orang untuk memaafkan diri sendiri ketika melakukan perbuatan keliru. Dalilnya, bukankah setiap perbuatan dinilai berdasarkan niatnya?
-----------------------------------------------------------------
Aku ingatkan kepada diriku sendiri, bukan demikian itu yang disebut niat. Bukan. Niat yang sesungguhnya melandasi perbuatan, bukanlah apa yang dengan mudah engkau ucapkan lalu engkau hapus di saat lain yang engkau kehendaki. Kalau seorang gadis memintamu untuk memboncengkannya sedangkan engkau sudah lama sekali menginginkan, maka tidak bisa engkau menyertainya dengan niat menolong sebagai sesama muslim meskipun niat itu engkau ucapkan berulang-ulang. Bukankah hatimu sendiri sudah gelisah dan tidak tenang?

Aku ingatkan kepada diriku sendiri dan orang-orang yang aku cintai, mintalah kepada Allah penjagaan niat dari kotoran-kotoran yang tidak engkau ketahui dan kebusukan yang tidak mampu engkau hilangkan sendiri saat ini. Semoga Allah mengampunimu dan memperbaiki niat kita.

Dengarkanlah keterangan Imam Al-Ghazali rahimahuLlah. Beliau mengatakan, barangkali ada orang bodoh mendengar perkataan kami tentang niat. Lalu ia berkata, "Aku berdagang karena Allah", atau "Aku makan karena Allah". Jauh, amatlah jauh.

kisi -kisi berdoa




Doa Harus Detail?

Ada yang berpendapat doa itu harus detail, agar cepat dikabulkan dan sesuai keinginan.

Kalo butuh uang 15 juta, ya berdoa aja minta 15 juta.
Kalo mau punya uang 15 miliar, ya bilang aja dalam doa 15 miliar.
Kalo mau punya mobil Alphard, Ferrari 2012, rumah di Pondok Indah, dll, tinggal katakan saja dalam tiap doa.
Benarkah demikian?

Sungguh, saya tidak berani mengatakan boleh atau tidak boleh,
Tapi saya hanya melihat dari sisi adabnya.
Benarkah Allah tidak tahu keinginan kita, sehingga kita perlu menyebutkan secara detail dalam doa-doa kita?
Atau Allah hanya mengabulkan doa-doa yang disebutkan secara detail?

Pasti semua sudah tau jawabannya.

Sebuah kisah yang diceritakan oleh Syaikh Ibnu Athaillah mungkin bisa kita jadikan pelajaran.
Ada seorang 'abid -ahli ibadah-, yang gemar melakukan ibadah setiap waktu.
Dia merasa ibadahnya terganggu karena setiap hari ketika ia merasa lapar, ia harus mencari makanan.
Maka ia berdoa kepada Allah,
"Ya Allah, hamba ingin sekali beribadah kepadaMu tanpa henti, tapi hamba harus mencari makan setiap hari. Karuniakanlah hamba 2 potong roti saja setiap hari, tanpa hamba mencarinya, sehingga hamba bisa terus beribadah kepadaMu".
Dua potong roti, setiap hari, tanpa harus mencari.
begitu permintaannya secara jelas dan detail.

Hingga suatu hari sang 'abid terkena fitnah oleh seseorang yang tidak menyukainya.
Maka dipenjaralah ia walaupun ia tak bersalah.
Di penjara, ia mendapat jatah makanan 2 potong roti setiap hari oleh penjaga, tanpa harus mencari.
Terkabullah doanya!
Tapi apa yang terjadi?
Sang 'abid malah menyesali dirinya yang terpenjara, menyalahkan orang yang telah memfitnahnya.
Ia lupa bersyukur.
Ia bahkan lupa bahwa doanya telah terkabul.
--------------------------------------------------------
Apa pelajaran dari kisah di atas?
Sungguh, kita tidak tau yang terbaik untuk diri kita.
Kita bahkan tidak tau apa yang sebenarnya kita butuhkan.
Benarkah kita butuh uang 15 juta atau 15 miliar?
Apakah dengan punya Alphard, Ferrari atau rumah di Pondok Indah menjadikan kita semakin dekat kepada Allah?

Simaklah doa-doa terbaik yang diabadikan dalam al Quran atau yang diajarkan oleh Rasulullah saw.

Maka Musa memberi minum ternak itu untuk (menolong) keduanya, ke- mudian dia kembali ke tempat yang teduh lalu berdoa: "Ya Tuhanku sesungguhnya aku sangat memerlukan sesuatu kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku." Qs.28:24.

Saat itu Nabi Musa as baru melakukan perjalanan jauh dalam keadaan lelah dan lapar karena belum mendapatkan makanan berhari-hari. Adakah Nabi Musa as menyebutkan itu dalam doanya?

dan (ingatlah kisah) Ayub, ketika ia menyeru Tuhannya: "(Ya Tuhanku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang.". Qs.21:83

Doa Nabi Ayub di atas seakan-akan hanya melaporkan keadaannya yang sakit parah, tanpa ada permintaan sama sekali.

Dan doa yang paling terkenal adalah doa Nabi Yunus as:
Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa Kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya), maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap: "Bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim."

Saat itu Nabi Yunus as berada dalam 3 kegelapan, kegelapan perut ikan, kegelapan laut dalam, dan kegelapan malam.
Adakah Nabi Yunus as meminta dikeluarkan dengan selamat dari keadaan itu?
----------------------------------
Sungguh doa di dalam al Quran dan yang diajarkan Rasulullah saw adalah doa yang terbaik.
Memintalah kepadaNya yang terbaik buat kita.
Karena kita, tak tau apa yang akan terjadi di kemudian hari.


keep smile............. :)


Assalamu'alaikum Wr Wb

Orang yang bersikap positif selalu berusaha melihat segala sesuatu dari kacamata positif, bahkan dalam situasi yang buruk sekalipun.

Dia lebih suka membicarakan kebaikan dari pada keburukan orang lain,
lebih suka bicara mengenai harapan dari pada keputusasaan,
lebih suka mencari solusi dari pada frustasi,
lebih suka memuji dari pada mengecam.....

Met sore Sahabat.........
Wassalamualaikum Wr Wb

keep smile...... :)

Kenal Aku maka aku akan mengenalmu

"Ya Allah ya tuhanku terimalah semua doa-doa yang terucap dan tertertuju untukmu dari doa seluruh umat yang berdoa memohon maaf,ampunan dan karuniamu dan jadikanlah doa mereka yang cocok untukku sesuai kehendakmu untuk menjadi doaku"

 

Ratapan kegalauan saat ini yang menyelimuti diri ini sedang berandai-andai dengan kalimat Bilamana engkau ingin menjadi seseorang yang berkualitas mulailah adakan perubahan pada dirimu karena tanpa ada perubahan yang terlahir dari hati sanubarimu maka berat akan kau rasakan dalam mengubah pola hidup, selanjutnya selalu siaga senantiasa setiap saat bilamana ada perkembangan yang memungkinkan peruba
han secara cepat sudah kau siapkan diri. jadilah seorang perwira yang ksatria dimanapun berada sehingga jiwa ke wiraan akan menjadi panutan bagi lingkungan sekitarmu. cobalah untuk selalu mencari solusi untuk memecahkan apapun permasalahan yang timbul dengan sikap yang adil sehinggak hasil yang didapatkan akan membuahkan kemakmuran untuk diri,keluarga dan lingkungan.
 
dikala aku berada ditengah kelompok dan golongan serta lingkungan yang mengelilingiku kuakui benar besar sekali kelupaan akan keberadaanmu Ya allah namun kadang sesekali kau peringaatkan padaku untuk segera memanggil namamu selalu dalam hatiku dan puji syukur tak lepas akan jiwa jasmani pribadiku yang telah kau satukan dalam diri ini sehingga aku masih dapat untuk berlari mengejarmu untuk mendekatkan walaupun dalam kondisi tidak selayaknya manusia yang sedang beribadah sesuai tuntunan yang diajarkan utusanmu. Yaa allah aku yakini dimanapun aku berdiri,duduk dan terbaring dimanapun tempatnya maka seluruh dzatmu selalu ada mengitari seluruh jiwa ragaku.
 
 
  
Ya Allah ya tuhanku, memang sudah banyak nikmat yang kau berikan untukku namun juga terlalu banyak aku lupa diri dan memang benar adanya selama ini yang kujalani apa kata hatiku. kadang saat ini di kesendirianku ini aku merasakan dan membayangkan saat nanti kau sudahi kehidupanku ini maka yang pasti akan lebih membuat ketakutan akan padamu semakin besar dalam pengadilan upaya ibadahku selama didunia maka maafkan aku dan ampunilah aku yaa Allah dan ku mengharapkan selalu akan karuniamu selalu setiap detik setiapmenit jam hari bulan tahun dan seterusnya samapai aku masih bisa bergerak dengan tujuan untuk berhasil sesuai yang kau gariskan dalam tali hidupku sebelum kau munculkan aku dimuka bumi ini.
 
 Yaa allah benar adanya sesungguhnya permintaanmu yaitu untuk selalui mengakui keberadaanmu dimanapun aku berada karena hidupku ibadahku sholatku matiku hanya kau yang lebih mengetahuinya dibandingkan dengan makhluk lainnya yang kau ciptakan. Yaa Allah aku saat ini dalam kesendirianku hanya kepadamu aku berharap dan hanya kepadamu aku memohon untuk berikan kesehatan selalu unukku dan mudahkan aku dalam mencari rezeki dalam keseharianku serta jadikanlah aku selalu menjadi manusia yang selalu beruntung. tak lupa harapku kepadamu jagalah hatiku dan jagalah orang2 yang kucintai dan kusayangi dimanapun mereka berada dan berikanlah cahaya illahi untuk mereka supaya semakin mencintaimu dan akhirnya benar-benar mengakui akan keberadaanmu.
 
Yaa Allah Yaa Tuhanku kabulkanlah persembahanku berupa bacaan Surat Al fatihah 1x dan Al Ikhlas 3x yang kupersembahkan untuk Hati nya hati itu sendiri yang telah pernah kau ingatkan denga firmanmu bilamana yang satu itu putih maka putihlah semuanya dan bilamana yang satu itu hitam maka hitamlah semuanya. Aku adalah aku yang tahu akan aku hanyalah aku dan akunya aku itu sendiri. perkenankanlah dan terimalaha serta tujukanlah persembahanku itu kepadanya ya allah atas namamu Allahuakbar Allahuakbar Allahuakbar Laa Illa ha Illalla huwallallahuakbar allahuakbar walillah ilham "illahi anta maqsudi wa ridhoka matlubi" innalillahi wa inna lillahi rojiun subhanallah walhamdulillah wala illa ha illallahhuwallahuakbar laahaula wala quwatta illa bila aliyil adzim. ASTAGFIRULLAH............................

"GALAU" karena takut neraka dan tak pantas di surga


Kisah Nabi Idris Melihat Surga dan Neraka
Setiap hari Malaikat Maut dan Nabi Idris beribadah bersama. Suatu kali, sekali lagi Nabi Idris mengajukan permintaan. “Bisakah engkau membawa saya melihat surga dan neraka?”

“Wahai Nabi Allah, lagi
-lagi permintaanmu aneh,” kata Malaikat Maut.

Setelah Malaikat Maut memohon izin kepada Allah, dibawanya Nabi Idris ke tempat yang ingin dilihatnya.

“Ya Nabi Allah, mengapa ingin melihat neraka? Bahkan para Malaikat pun takut melihatnya,” kata Malaikat Maut.

“Terus terang, saya takut sekali kepada Azab Allah itu. Tapi mudah-mudahan, iman saya menjadi tebal setelah melihatnya,” Nabi Idris menjelaskan alasannya.

Waktu mereka sampai ke dekat neraka, Nabi Idris langsung pingsan. Penjaga neraka adalah Malaikat yang sangat menakutkan. Ia menyeret dan menyiksa manusia-manusia yang durhaka kepada Allah semasa hidupnya. Nabi Idris tidak sanggup menyaksikan berbagai siksaan yang mengerikan itu. Api neraka berkobar dahsyat, bunyinya bergemuruh menakutkan, tak ada pemandangan yang lebih mengerikan dibanding tempat ini.

Dengan tubuh lemas Nabi Idris meninggalkan tempat yang mengerikan itu. Kemudian Malaikat Maut membawa Nabi Idris ke surga. “Assalamu’alaikum…” kata Malaikat Maut kepada Malaikat Ridwan, Malaikat penjaga pintu surga yang sangat tampan.

Wajah Malaikat Ridwan selalu berseri-seri di hiasi senyum ramah. Siapapun akan senang memandangnya. Sikapnya amat sopan, dengan lemah lembut ia mempersilahkan para penghuni surga untuk memasuki tempat yang mulia itu.

Waktu melihat isi surga, Nabi Idris kembali nyaris pingsan karena terpesona. Semua yang ada di dalamnya begitu indah dan menakjubkan. Nabi Idris terpukau tanpa bisa berkata-kata melihat pemandangan sangat indah di depannya. “Subhanallah, Subhanallah, Subhanallah…” ucap Nabi Idris beulang-ulang.

Nabi Idris melihat sungai-sungai yang airnya bening seperti kaca. Di pinggir sungai terdapat pohon-pohon yang batangnya terbuat dari emas dan perak. Ada juga istana-istana pualam bagi penghuni surga. Pohon buah-buahan ada disetiap penjuru. Buahnya segar, ranum dan harum.

Waktu berkeliling di sana, Nabi Idris diiringi pelayan surga. Mereka adalah para bidadari yang cantik jelita dan anak-anak muda yang amat tampan wajahnya. Mereka bertingkah laku dan berbicara dengan sopan.

Mendadak Nabi Idris ingin minum air sungai surga. “Bolehkah saya meminumnya? Airnya kelihatan sejuk dan segar sekali.”

“Silahkan minum, inilah minuman untuk penghuni surga.” Jawab Malaikat Maut. Pelayan surga datang membawakan gelas minuman berupa piala yang terbuat dari emas dan perak. Nabi Idris pun minum air itu dengan nikmat. Dia amat bersyukur bisa menikmati air minum yang begitu segar dan luar biasa enak. Tak pernah terbayangkan olehnya ada minuman selezat itu. “Alhamdulillah, Alhamdulillah, Alhamdulillah,” Nabi Idris mengucap syukur berulang-ulang.

Setelah puas melihat surga, tibalah waktunya pergi bagi Nabi Idris untuk kembali ke bumi. Tapi ia tidak mau kembali ke bumi. Hatinya sudah terpikat keindahan dan kenikmatan surga Allah.

“Saya tidak mau keluar dari surga ini, saya ingin beribadah kepada Allah sampai hari kiamat nanti,” kata Nabi Idris.

“Tuan boleh tinggal di sini setelah kiamat nanti, setelah semua amal ibadah di hisab oleh Allah, baru tuan bisa menghuni surga bersama para Nabi dan orang yang beriman lainnya,” kata Malaikat Maut.

“Tapi Allah itu Maha Pengasih, terutama kepada Nabi-Nya. Akhirnya Allah mengkaruniakan sebuah tempat yang mulia di langit, dan Nabi Idris menjadi satu-satunya Nabi yang menghuni surga tanpa mengalami kematian. Waktu diangkat ke tempat itu, Nabi Isris berusia 82 tahun.

Firman Allah:

“Dan ceritakanlah Idris di dalam Al-Qur’an. Sesungguhnya ia adalah orang yang sangat membenarkan dan seorang Nabi, dan kami telah mengangkatnya ke martabat yang tinggi.” (QS Al-Anbiya:85-86).

***
Pada saat Nabi Muhammad sedang melakukan perjalanan Isra’ Mi’raj ke langit, beliau bertemu Nabi Idris. “Siapa orang ini? Tanya Nabi Muhammad kepada Jibril yang mendampinginya waktu itu.

“Inilah Idris,” jawab Jibril. Nabi Muhammad mendapat penjelasan Allah tentang Idris dalam Al-Qur’an Surat Al-Anbiya ayat 85 dan 86, serta Surat Maryam ayat 56 dan 57.

Innalillahi innalillahi innalillahi wa innalillahi roji'un

nnalillahi innalillahi innalillahi wa innalillahi roji'un
Kisah Nabi Idris dan Malaikat Maut
Malaikat Maut sangat mengagumi kepandaian Nabi Idris. Malaikat Maut ingin lebih mengenal Nabi Idris. Atas izin Allah, diam-diam Malaikat Maut menyamar sebagai manusia dan bertamu ke rumah Nabi Idris.

“Ass
alamu’alaikum,” Malaikat Malaikat Maut memberi salam sambil mengetuk pintu.

“Wa’alaikum salam,” jawab Nabi Idris, “Silahkan masuk, siapakah itu, dan ada perlu apa datang kemari?”

Malaikat Maut menyampaikan maksudnya untuk berkenalan dengan Nabi Idris sebagai utusan Allah. Akhirnya Nabi Idris mengajak Malaikat Maut menginap di rumahnya.

Di rumah Nabi Idris, keduanya asyik beribadah, mereka tidak banyak bicara melainkan terus beribadah. Ketika tiba waktu makan, Nabi Idris mempersilahkan tamunya makan. Tamunya menolak. “Silahkan tuan makan sendiri, saya ingin melanjutkan ibadah saya kepada Allah,” jawabnya.

Setelah makan nabi Idris melanjutkan ibadah bersama tamunya sampai tiba waktu tidur. “Silahkan tuan tidur disini,” Nabi Idris menunjukkan tempat tidur tamu.

“Silahkan tuan tidur dulu, saya masih ingin melanjutkan ibadah saya,” jawab sang tamu, tanpa menunjukkan rasa lelah.

Keesokan harinya, kejadian yang sama berulang. Nabi Idris sangat heran,, siapakah sebenarnya tamu ini, kenapa tamu aneh ini tidak mau makan dan tidur? Dengan hati-hati Nabi Idris menanyakan hal itu kepada tamunya.

“Saya adalah Malaikat Maut” kata sang tamu. Nabi Idris sangat kaget. “Jadi, engkau datang untuk mencabut nyawa saya?” tanya Nabi Idris.

Malaikat Maut menggeleng, lalu menjelaskan keinginannya untuk mengenal Nabi Idris lebih jauh. Barulah Nabi Idris sadar, memang begitulah kehidupan malaikat. Dan para Malaikat memang suka mendekati orang-orang yang beriman. Bila orang beriman sedang shalat, berdoa, atau melakukan amal saleh, banyak malaikat yang mengerumuninya.

“Sebenarnya saya ingin merasakan bagaimana rasanya jika nyawa seseorang sedang di cabut,” ujar Nabi Idris tiba-tiba.

“Permintaan tuan aneh sekali,” kata Malaikat Maut. Selama ini manusia justru takut nyawanya akan dicabut.

Idris menjelaskan kepada Malaikat Maut bahwa pengalamannya akan menjadi bekal dalam berdakwah. Dengan izin Allah, Malaikat Malaikat Maut melakukan apa yang diminta Nabi Idris. Dicabutnya nyawa Nabi Idris, lalu segera dikembalikan lagi.

“Saya tidak merasakan apa-apa,” kata Idris setelah bangun dari kematiannya

“Karena saya melakukannya dengan lembut. Begitulah yang selalu saya lakukan terhadap orang-orang beriman,” kata Malaikat Maut.

“Bagaimana dengan orang yang tidak beriman? Tanya Nabi Idris penasaran.

“Oh, mereka akan merasakan luar biasa kesakitan waktu nyawa mereka dicabut,” kata Malaikat Maut. Nabi Idris ingin mendengarnya. Terlebih waktu Malaikat Maut mengatakan, rasa sakit itu akan dirasakan si mati sampai hari kiamat. Nabi Idris tidak mampu membayangkan betapa sakitnya. Sakit sehari saja rasanya sudah tidak tahan, apalagi kalau harus menanggungnya hingga ratusan tahun sambil menunggu waktu kiamat tiba. Sebaliknya orang yang beriman akan merasakan kebahagiaan. Setelah mati, mereka akan menikmati hasil setiap amal saleh mereka di dunia,” tutur Malaikat Maut menjelaskan.